CaturAksi Berdayakan Masyarakat Kotalama melalui Inovasi Pangan-Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga

Produk inovasi pangan kelompok CaturAksi mahasiswa PPG Pra Jabatan gel 1/2026.
MALANG - Limbah rumah tangga dan bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Hal inilah yang mendorong Kelompok CaturAksi, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang I 2026 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melaksanakan kegiatan Projek Kepemimpinan Kamis, 24 September 2026 dengan melibatkan masyarakat Kelurahan Kotalama, Kota Malang sebagai peserta dalam pelatihan dan praktik pembuatan produk inovatif berbasis pangan dan pemanfaatan limbah rumah tangga.
Projek
kepemimpinan ini dijelaskan Ketua Kelompok CaturAksi, Fakhriatul Fuaidah, bahwa
selain dirinya juga ada mahasiswa atas nama Muhammad Ziyad Alfai Azizi, Indriati
Alia Permadani, Nadia Amrul Ummah, Nikmatul Laela Suliana, Alfi Zubrida
Renaningtyas, Fika Maulida Kamila, Mua’wanatur Rizkiyah, Dhias Ansari Chairu
Nisa, dan Hasanatud Daroini. Mereka di bawah Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),
Dr. Nurwidodo, M.Kes.

Kelompok CaturAksi mahasiswa PPG Prajabatan gel 1/2026 UMM foto bersama dengan DPL dan peserta pelatihan projek kepemimpinan.
Dijelaskan
Fakhriatul Fuaidah projek kepemimpinan ini mengangkat dua inovasi utama, yaitu
pembuatan healthy gummy berbahan wortel dan jeruk serta pemanfaatan kulit jeruk
dan minyak menjadi sabun cuci tangan.
Bahwa kelompok
mahasiswa CaturAksi mengajak masyarakat melihat bahwa bahan yang sederhana dan
mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan kembali mejadi produk
yang memiliki nilai guna dan dengan jangka simpan yang lebih lama.
Fakhriatul Fuaidah mengatakan peserta langsung praktik membuat healthy gummy berbahan wortel dan jeruk. Proses pembuatan diawali dengan menyiapkan 80 mililiter sari jeruk dan 80 mililiter sari wortel yang telah dihaluskan. Kedua sari tersebut kemudian dicampurkan dengan 50 gram gelatin dan gula sesuai selera. Sebagai alternatif, gula dapat diganti dengan stevia atau madu murni. Kemudian seluruh bahan diaduk dan dipanaskan menggunakan api kecil. Setelah adonan siap, adonan dapat dituangkan ke dalam cetakan silikon dengan berbagai bentuk yang menarik.

Suasana pembuatan sabun dari limbah kulit jeruk.
Selain menjadi cara kreatif untuk mengenalkan
sayur dan buah kepada anak-anak yang kurang menyukai keduanya, pengolahan jeruk
menjadi healthy gummy juga dapat menjadi alternatif pemanfaatan buah jeruk
sehingga dapat memperpanjang daya simpannya dibandingkan jeruk yang hanya
disimpan dalam bentuk buah segar.
Usai praktek membuat healthy gummy, kelompok mahasiswa CaturAksi melatih
peserta memanfaatkan kulit jeruk menjadi sabun. Limbah kulit jeruk bisa menjadi
sabun dengan dua formulasi, yaitu sabun cuci tangan menggunakan Texapon dan
sabun berbahan minyak melalui proses saponifikasi dengan penambahan NaOH atau
soda api. “Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam
mengolah bahan yang kurang dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna
sekaligus sebagai alternatif pemanfaatan limbah rumah tangga,” ujar Fakhriatul
Fuaidah.
Sekedar diketahui, kegiatan berlangsung komunikatif. Peserta pelatihan
antusias proses pembuatan healthy gummy dan sabun bersama mahasiswa CaturAksi.
Di tempat sama, salah satu peserta Ibu Nita memberikan saran agar kegiatan
serupa dapat kembali dilaksanakan dengan menggunakan bahan yang berbeda
sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan baru.
“Kegiatannya menarik karena kami bisa langsung praktik membuat produknya.
Kalau bisa, kegiatan seperti ini diadakan lagi dengan bahan yang berbeda supaya
kami bisa belajar membuat produk lainnya,” ucap Ibu Nita. (kelompok
caturaksi mahasiswa ppg prajabatan gel 1/2026 umm)

Posting Komentar untuk "CaturAksi Berdayakan Masyarakat Kotalama melalui Inovasi Pangan-Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga"
Posting Komentar