Melalui Teknologi Mesin Peras, Tim PPM Polinema Tingkatkan Kapasitas Produksi-Digital Marketing Jamu Tradisional Lestari Malang

 

Setelah pelatihan cara pengoperasian dan perwatan, Tim PPM Polinema menyerahkan mesin peran kepada mitra pengabdian UMKM jamu Lestari.

MALANG – Tim dosen lintas bidang (teknik mesin, elektronika, kelistrikan, dan pemasaran) serta lima mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang dipimpin Dr. Sugeng Hadi Susilo, ST, MT, sejak Maret – Oktober 2026 melaksanakan Tri Dharma perguruan Tinggi bidang Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan mitra pengabdian industri jamu tradisional Lestari,  Kelurahan Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang.

Menurut Sugeng – begitu Sugeng Hadi Susilo disapa- pengabdian masyarakat tersebut menetapkan judul Peningkatan Kapasitas Produksi Dengan Teknologi Mesin Peras Dan Pemasaran Pada Industri Jamu Tradisional Lestari Kelurahan Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang. Pemilihan judul ini berdasarkan realitas yang dihadapi mitra PPM yaitu UMKM jamu tradisional Lestari yang memproduksi minuman Kunyit Asem dan Beras Kencur hanya mampu memproduksi sekitar 100 botol (500 ml) per hari disebabkan tahap pemerasan/penyaringan bahan olahan masih sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia.

Serah terima produk dari mitra pengabdian UMKM jamu Lestari hasil uji coba produksi menggunakan mesin peras tim PPM Polinema. 


Selain itu, mitra pengabdian UMKM jamu Lestari ketika memasarkan produknya masih terbatas di Malang Raya tanpa strategi pemasaran atau platform digital marketing. Berangkat dari kondisi tersebut, tim PPM Polinema melaksanakan program pengabdian untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui penerapan teknologi mesin peras dan memperluas jangkauan pasar melalui pemasaran berbasis teknologi informasi.

Dijelaskan Sugeng, kegiatan yang dilaksanakan selama delapan bulan ini melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) lima tahapan. Yakni sosialisasi dan diskusi kelompok terarah, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan serta evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan PPM ini menjadi solusi bagi mitra UMKM jamu Lestari karena dapat meningkat kapasitas produksinya sekaligus produknya lebih luas dikenal menggunakan digital marketing.

Desain mesin peras: (1) motor penggerak, (2) saluran keluar sari, (3) gear box,(4) corong masuk, (5) rumah screw conveyor, (6) screw conveyor, (7) saringan, (8) rangka, (9) pintu keluar ampas, (10–11) pulley, (12) sabuk, (13) bantalan, (14) poros.

Meningkatan produksi mitra UMKM jamu Lestari setelah tim PPM Polinema memberikan pelatihan pengoperasian  teknologi mesin peras jamu. Yaitu  satu (1) unit mesin parut-peras ulir (screw press) berbahan stainless steel telah dirakit, diuji coba, diserahterimakan, dan digunakan mitra untuk memproses kunyit, kencur, jahe, dan asam jawa.

Dari penggunaan teknologi mesin parut tersebut, mitra UMKM jamu Lestari mampu produksi waktu pemerasan per batch ±5 kg bahan turun dari 45–60 menit menjadi 15–20 menit (lebih cepat sekitar tiga kali), sehingga laju pemerasan meningkat dari ±5–7 kg/jam menjadi ±15–20 kg/jam dan tahap pemerasan tidak lagi menjadi penghambat untuk target 300 botol per hari.

Tangkapan layar halaman toko online mitra pengabdian UMKM jamu Lestari hasil digital marketing tim PPM PPM Polinema.


Mesin peras tersebut efisien karena kebutuhan tenaga kerja pada tahap pemerasan turun dari 2–3 orang menjadi 1 orang dengan konsistensi kehalusan sari yang lebih seragam antarbatch. Berikutnya, mitra UMKM jamu Lestari usai dilatih mengoperasikan dan merawat mesin, termasuk prosedur sanitasi peralatan dapat menambah produktifitas dan higinitas produk.

Sugeng menegaskan dari hasil  PPM Polinema ini produk jamu Lestari memiliki keunggulan dan brand dari sebelunya. Sebab tim PPM Polinema juga membekali mitra pengabdian UMKM jamu Lestari platform digital marketing yakni memiliki toko daring Jamu Tradisional Lestari di marketplace Shopee sebagai kanal pemasaran yang aktif 24 jam.

Usai menjelaskan pengoperasian mitra pengabdian PPM Polinema langsung praktek.


Agar mitra pengabdian UMKM jamu Lestari tetap eksis, tim PPM Polinema menjaga  keberlanjutan program melalui penunjukan operator mesin, panduan operasional dan perawatan (SOP), pendampingan pengelolaan toko daring, serta rencana pengurusan izin PIRT/halal dan perluasan kanal pemasaran. (tim ppm polinema)


Posting Komentar untuk "Melalui Teknologi Mesin Peras, Tim PPM Polinema Tingkatkan Kapasitas Produksi-Digital Marketing Jamu Tradisional Lestari Malang"